Windows Bajakan Berbahaya, Riset Menyebutkan 63 persen Sample Disusupi Malware

Universitas Nasional Singapura melakukan riset terhadap komputer baru yang terinstal operating sistem windows bajakan mengandung malware berbahaya. Beberapa program berbaya seperti virus, Trojan, dan Spyware disusupkan pada operating sistem .tersebut.

Hasil dari penelitian menyebutkan sekitar 63 persen dari sampel pengguna OS Bajakan terjangkit program-program berbahaya yang berdampak pada keamanan pengguna. Hal tersebut diungkapkan oleh Ronald A Schwarz, Konsultan Microsoft.

Ronald menambahkan keselamatan dan resiko keamanan penggunaan perangkat lunak bajakan yang diunduh dari internet maupun dibeli tidak dapat diremehkan

Selain faktor keamanan, faktor lainya seperti privacy pengguna juga tak dapat terjaga. Akses webcam  yang bisa melanggar privacy pengguna komputer juga dapat terjadi.

Subscribe

Silahkan masukkan alamat email untuk mendapatkan update terbaru berita iwarta.com