Memanfaatkan Opensource Ubuntu, Pemkot Pekalongan Hemat Anggaran 12 Milyar Rupiah

By: On:
Memanfaatkan Opensource Ubuntu, Pemkot Pekalongan Hemat Anggaran 12 Milyar Rupiah

Operating sistem Windows merupakan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Namun operating sistem ini tidaklah gratis. Pengguna operating sistem Windows harus membayar lisensi kepada perusahaan Microsoft sebagai perusahaan pengembang Operating sistem Windows. Penggunaan vntuersi bajakan dan illegal bisa dituntut hukum dan dipenjarakan.


Perusahaan, lembaga pemerintah dan perorangan jika menggunakan sitem operasi Windows harus membayar lisensi, oleh karena itu perusaan dan lembaga pemerintah harus menyediakan anggaran khusus bagi pembelian sistem operasi berbayar seperti Windows.

Selain Operating sistem Windows, di Indonesia ada beberapa yang menggunakan sistem operasi berbasis opensource dan gratis. Namun penggunanya masih belum bisa menyaingi sistem operasi Windows yang bebayar.

Saat ini pemerintah kota Pekalangon telah menerapkan penggunakan sistem operasi komputer berbasis opensource. Langkah pemkot Pekalongan ini bisa menghemat anggaran belanja daerah hingga mencapai 12 milyar untuk pembelian sistem operasi, belum termasuk pembelian antivirus, pengolah data dan kata, dan lainya.

Saat ini pemerintah kota Pekalongan memilik sekitar 2.400 komputer dan sistem operasi yang dipakai menggunakan opensource Ubuntu. Perubahan penggunaan OS pada komputer-komputer milik pemerintah Pekalongan sudah dilakukan sejak 2008.

Subscribe

Silahkan masukkan alamat email untuk mendapatkan update terbaru berita iwarta.com