TKI Hong Kong Hamil Tua Menghilang Gabung ISIS ternyata Berita Hoax

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Hong Kong yang dikenal dengan nama Najma diberitakan dalam keadaan hamil tua kabur dan pergi ke Suriah bergabung dengan kelompok ISIS. Dikutip dari media lokal setempat SCMP yang dikutip dari rekan sesama TKI organisasi muslim migran indonesia Romelah Rosidah, Najma minggat ke Suriah dengan membawa sejumlah uang pinjaman dari sesama TKI.

Namun Romelah Rosidah tidak mengetahui lebih lanjut dan pasti perjalanan kepergian Najma ke Suriah. Ketua GAMMI ini juga tidak mempunyai bukti menguatkan Najma meninggalkan Hongkong pada 27 Februari benar-benar menuju Suriah. Namun, Najma yang tengah hamil tersebut sempat bertanya kepada dirinya tentang bagaimana cara agar bisa berangkat ke Suriah.

TKI Hong Kong Berdemo

Ilustrasi : Demo Keadilan Bagi TKI

Berita tentang simpang siurnya berita TKI ini menjadi topik pembicaraan di jejaring sosial Facebook dan pembicaraan TKI dengan pihak majikan di Hong Kong. Dugaan ISIS merebak sejak ditemukanya beberapa perempuan yang memegang simbol bendera Islam dengan latar belakang taman di Hong Kong. Kecurigaan bertambah diantara warga negara Hong Kong melihat beberapa minggu terakhir foto profile sosmed TKI berlambang hitam pekat dan demo bermasker topeng hitam yang sebeneranya simbol kedukaan atas nasib TKI yang meninggal tertimpa beton bukan terkait dengan bendera ISIS.

Namun berita terakait ISIS yang rekrut TKI di Hongkong terbantahkan dengan pernyataan oleh konsulat Indonesia di Hongkong, Rafail Walangitan. Rafail Walangitan menyatakan tidak mungkin ada WNI yang bisa terbang langsung dari Hongkong ke Suriah karena visa tidak dikeluarkan di Hongkong. Meski demikian, lebih lanjut Rafail akan mengecek informasi ini.

Selain pernyataan Rafail Walangitan, informasi kesaksian TKI melalui Facebook (Bunda Rizki) yang juga pernah ikut pengajian menyatakaan Jamaah yang bercadar yang biasa melalukan pengajian di Kowloon Park merupakan Jamaah Tabligh. Diketahui Jamaah Tabligh tidak pernah membahas atau bersinggungan dengan masalah politik dan jihad dalam kajianya. Jamaah Tabligh lebih menekankan pada amal ibadah shalat dan menjalankan fadilah amal serta memegang 6 prinsip yaitu iman, ilmu, shalat khusu, ikramul muslimin (mengasihi), niat yang ikhlas dan tabligh (dakwah menyampaikan).

Terkait dengan selebaran (leaflet)  pengajian yang berlogo ISIS sampai saat ini belum ditemukan seperti yang di kutip Fera Nuraini, seorang TKI yang aktif di sosial media seperti dikutip dari Merdeka. Iwarta mendapatkan leafletgrup mujahiddah Allah (pejuang muslimah). hanya berisi topik tentang pengobatan secara syariah dan menjaga akidah dari bahaya syiah. Di leaflet tersebut tidak disinggung masalah ISIS, politik islam ataupun jihad. Kedua pembicara untuk acara ini yaitu Perdana Ahmad yang memilik akun di Youtube  mengisi tentang pengobatan (ruqyah) sesuai syariah dan Sahal Khan yang membahas masalah syiah. Namun keduanya batal memberikan kajian. (OPN/Rk)

Subscribe

Silahkan masukkan alamat email untuk mendapatkan update terbaru berita iwarta.com